Siapa sih yang nggak suka game? Industri video game saat ini telah menjadi fenomena global bahkan tersedia lebih dari 1.2 miliar gamer di dunia yang membuat penjualan video game diperkirakan mencapai 100 milyar dolar pertahun. Nggak usah diganti ke rupiah deh karena 0-nya bakal banyak banget. Ya kalo kamu maksa hasilnya sekitar 1.449.200.000.000.000.000 rupiah. Tapi tahu nggak sih main game bikin kamu pintar? Ini buktinya!
Game sering dijadikan kambing hitam penyebab kekerasan dan kecanduan yang berlebih, namun penelitian selama tiga puluh tahun ini gagal membuktikan hal ini di antara para peneliti. Bahkan beberapa peneliti menemukan kenaikan kecerdasan otak 4% pada gamer setelah memainkan game dengan genre violent atau kekerasan.
Terdapat bukti-bukti yang menunjukkan video game dapat memengaruhi perkembangan otak. Kelompok penelitian lain menyebutkan bahwa ada faktor lain seperti latar belakang keluarga, kesehatan mental, atau lebih simpelnya berjenis kelamin laki-laki membuatnya lebih signifikan dalam menentukan tingkat agresi.
Hingga saat ini science masih gagal untuk menemukan hubungan sebab akibat antara video game dan tindakan kekerasan di dunia nyata. Dalam artikel ini dijelaskan dengan bermain game, gamer pun bisa mendapatkan keuntungan seperti:
- Kemampuan Motorik
- Kemampuan Visual
- Pertumbuhan Otak
- Tetap Tajam dan Cerdik
1. Aktivitas Fisik
Ada banyak video game di pasaran yang dalam pengoperasiannya memerlukan beberapa jenis aktivitas fisik. Apakah itu menari atau bermain gitar. Di sinilah dibutuhkan kecerdikan orang tua untuk memiliki jenis game untuk anak-anak mereka, yang dapat memaksa mereka (anak-anak) untuk bergerak ketimbang harus duduk di sofa sepanjang hari.
2. Kebugaran dan Gizi
Banyak game yang menggabungkan unsur kebugaran, gizi dan hidup sehat sebagai tujuan utama permainan. Bahkan tidak sedikit game yang menyajikan tujuan utama permainan mereka pada kebugaran fisik, yang bertujuan mendorong para pemain untuk menurunkan berat badan untuk mempertahankan gaya hidup sehat.
3. Koordinasi mata dan tangan
Bermain video game sebenarnya dapat meningkatkan ketangkasan anak Anda, yang sangat berguna untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Sebenarnya banyak jenis olahraga yang dapat dilakukan untuk meningkatkan koordinasi antara tangan dan mata, tetapi hal itu kurang menarik keinginan anak-anak untuk mencobanya.
4. Keterampilan sosial
Kurangnya keterampilan sosial dan kemampuan untuk berinteraksi dengan orang lain secara teratur dapat merusak perkembangan anak dan bahkan menyebabkan depresi. Anak-anak yang pemalu dan kurang percaya diri ketika bersosialisasi dengan teman mereka mungkin akan lebih mudah membuka diri saat bermain video game. Dengan bermain game online, anak-anak dapat berinteraksi dengan banyak orang, bahkan orang yang tidak mereka kenal.
5. Peningkatan kemampuan belajar
Kompleksitas games memberikan anak Anda kesempatan untuk meningkatkan keterampilan kognitif seperti memecahkan masalah dan membuat keputusan. Video game telah berkembang ke titik di mana penggunanya harus mengambil kendali dan berpikir sendiri. Bahkan banyak permainan yang mendorong anak untuk menjadi sabar dan kreativ dalam memecahkan sebuah teka-teki sebelum mereka dapat maju ke tahap berikutnya.
6. Sportivitas dan adil
Sportivitas dan adil (fair play) adalah nilai-nilai yang umum dikembangkan dalam olahraga dan organisasi. Game secara tidak langsung menawarkan Anak Anda nilai-nilai ini, terutama saat bersaing satu sama lain.
7. Mengurangi stres
Stres tidak hanya dialami oleh orang tua tetapi juga anak-anak. Beberapa orang tua terkadang menaruh harapan dan tuntutan yang sebenarnya anak-anak mereka tidak suka, misalnya terkait hobi dan belajar. Bermain game dapat menjadi jalan keluar bagi anak Anda lepas dari tekanan untuk mengurangi tingkat stres.
8. Kerja tim
Kerjasama dan kebutuhan untuk membangun team work kuat pengaruhnya saat anak bermain video game. Beberapa game online misalnya, yang membutuhkan sebuah kerjasama tim untuk mencapai kemenangan.
9. Mengatasi rasa sakit
Bermain video game bisa menjadi sarana untuk mengatasi rasa sakit fisik atau emosional, misalnya, pada orang yang sedang menderita suatu penyakit di mana hanya dapat melakukan aktivitas di kamar tidur.
10. Membuat orang senang
Salah satu efek terbesar dari bermain game adalah membuat orang bahagia. Namun, sangat penting untuk membatasi waktu bermain game, karena ada kemungkinan bahwa alat ini membuat Anda menjadi kecanduan. Biarkan anak-anak Anda untuk bermain game sesering mungkin, tapi jangan lupa mengingatkan mereka untuk berhenti. Pastikan pula anak Anda tetap melakukan aktivitas di lingkungan sosial.
4 Game yang Terbukti Membuat Pemainnya Lebih Pintar
Underground
Dr Henk ten Cate Hoedemaker adalah orang yang menciptakan Underground.
Ia menjelaskan bagaimana game ini dapat membantu melatih ahli bedah
keyhole (bedah operasi yang membuat sebuah lubang yang sangat kecil di
tubuh pasien untuk meraih organ di dalamnya). Game Underground dirancang
untuk mengasah keterampilah profesi ahli bedah keyhole.
Dalam permainan, pemain harus membimbing anak dan robot hewan peliharaan keluar dari tambang. Pemain harus bisa menggunakan pengendali yang meniru alat yang digunakan dalam operasi. Kenyataannya, mereka yang terampil dalam game ini juga melakukan hasil yang lebih baik dalam tes keterampilan bedah mereka.
Profesor Simone Kuhn juga meneliti efek dari video game pada otak. Dalam satu studi di Max-Planck Institute of Human Development, Ia menggunakan teknologi fMRI (functional MRI) untuk mempelajari otak dari subjek relawan saat mereka bermain Super Mario 64 DS selama dua bulan. Yang paling mengagumkan adalah Ia menemukan bahwa tiga area otak telah tumbuh, yakni prefrontal cortex, right hippocampus, dan cerebellum (otak kecil).
Semua bagian otak tersebut terlibat dalam navigasi dan kontrol motorik halus. Visual layout game ini memiliki khas pada tampilan 3D di bagian atas dan tampilan 2D di bagian bawah. Prof Kuhn percaya bahwa mengarahkan secara bersamaan dengan cara yang berbeda bisa merangsang pertumbuhan otak
Dalam permainan, pemain harus membimbing anak dan robot hewan peliharaan keluar dari tambang. Pemain harus bisa menggunakan pengendali yang meniru alat yang digunakan dalam operasi. Kenyataannya, mereka yang terampil dalam game ini juga melakukan hasil yang lebih baik dalam tes keterampilan bedah mereka.
Super Mario 64 DS
Profesor Simone Kuhn juga meneliti efek dari video game pada otak. Dalam satu studi di Max-Planck Institute of Human Development, Ia menggunakan teknologi fMRI (functional MRI) untuk mempelajari otak dari subjek relawan saat mereka bermain Super Mario 64 DS selama dua bulan. Yang paling mengagumkan adalah Ia menemukan bahwa tiga area otak telah tumbuh, yakni prefrontal cortex, right hippocampus, dan cerebellum (otak kecil).
Semua bagian otak tersebut terlibat dalam navigasi dan kontrol motorik halus. Visual layout game ini memiliki khas pada tampilan 3D di bagian atas dan tampilan 2D di bagian bawah. Prof Kuhn percaya bahwa mengarahkan secara bersamaan dengan cara yang berbeda bisa merangsang pertumbuhan otak
Neuroracer
Profesor Adam Gazzaley dan tim desainer video game telah menciptakan sebuah game yang berbeda dengan game lainnya, Neuroracer. Game ini ditujukan untuk lansia dan pensiunan. Prof Gazzaley percaya pensiunan dapat meningkatkan kemampuan mereka untuk multitasking jika mereka bermain video game yang tepat.
Profesor Gazzaley menemukan lansia telah meningkatkan kinerja mereka begitu banyak. Bahkan mereka mengalahkan remaja berumur 20 tahun yang bermain untuk pertama kalinya. Gazzaley juga mengukur perbaikan dalam memori dan rentang perhatian mereka bekerja. Pemain Neuroracer harus mengarahkan kendaraan dan bereaksi terhadap tanda-tanda yang berbeda pada saat yang sama.
Profesor Gazzaley pun percaya bahwa umat manusia baru saja mulai memanfaatkan potensi game. "Saya tertarik dengan gagasan bahwa di masa depan psikiater atau ahli saraf mungkin mengeluarkan gadget ketimbang meresepkan obat untuk menuliskan berapa kali tablet game diperlukan dalam jangka waktu dua bulan, serta menggunakan sebagai terapi dan obat digital," ujarnya.
Sonic the Hedgehog
Untuk menguji apakah mungkin game off-the-shelf membawa manfaat yang sama dengan pemain yang susah berumur, Horizon BBC merekrut sekelompok kecil relawan berumur tua dari kompleks perumahan pensiunan di Glasgow. Mereka belajar untuk memainkan karting game populer, Sonic the Hedgehog dengan jangka waktu sampai sekitar 15 jam setiap hari selama lima minggu.
Working memory dan attention spans dari masing-masing relawan diuji sebelum dan sesudah penelitian ini. Rata-rata, kedua nilai tersebut meningkat sekitar 30%. Meskipun ini hanya sebuah tes kecil, diyakini studi ilmiah yang lebih besar akan terus ada untuk mengeksplorasi efek dari bermain video game.
Selain 4 game di atas, Profesor University of Geneva, Daphne Bavelier telah membandingkan kemampuan visual gamer dan non-gamer. Dalam satu tes, subyek harus mencoba untuk melacak posisi beberapa objek bergerak. Dia menemukan bukti bahwa orang yang bermain video game dengan genre Action mendapat hasil lebih baik daripada mereka yang tidak.
No comments:
Post a Comment